Kesal Karena Tak Bisa Diajari Belajar Online, Ibu Aniaya Putri Kembarnya Hingga Tewas



Siapapun akan mengharapkan kebahagiaan dalam hubungan pernikahan untuk membina rumah tangga. Itu sebab nya pemerintah menerapkan kebijakan dalam program pencegahan pernikahan dini atau masih dibawah umur.

Tujuan nya adalah untuk menghinari hal yang tak diinginkan seperti kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT  yang sering kali terjadi. Jika pasangan tak siap dalam segala hal, maka kebahagiaan yang diharapkan bisa saja berakhir dengan ironis. 

Seperti yang dialami pasutri muda asal Banten berinisial IS (25), dan istri nya KH (24). Karena menikah diusia sangat muda, kedua nya kerap kali mengalami pertengkaran akibat masalah ekonomi. Namun pertengkaran kedua nya kerap kali dilampiaskan pada dua putri kembar mereka yang masih berusia 8 tahun.

Agen Domino

Miris nya lagi, salah satu putri kembar mereka menjadi sasaran hingga akhir nya meregang nyawa. Pemicu nya hanya masalah sepele dimana korban dianggap sulit menangkap pelajaran saat LH mengajari nya belajar online.

LH yang dibuat sangat kesal kesal lantas melakukan kekerasan mulai dari mencubit, menampar, bahkan memukul kepala korban dengan penyapu. Mengetahui anak nya sudah tak bernyawa, tanpa merasa berdosa LH dan suami nya kemudian membawa jasad korban ke sebuah TPU untuk dimakamkan disana.

Dengan pakaian yang masih lengkap, korban dikubur kedua pelaku untuk menghilangkan jejak kekejaman mereka. Namun dua minggu setelah nya, seorang penjaga makam curiga setelah menemukan kuburan baru yang mana tidak ada warga disana yang baru-baru meninggal.

Agen Poker

Bersama Kepala Desa setempat, akhir nya kejadian itu langsung di laporkan ke Polsek untuk dilakukan penyelidikan. Saat petugas dan beberapa warga melakukan pembongkaran, mereka pun dibuat kaget dengan munculnya sepasang kaki bocah perempuan yang sudah mulai membusuk.

Tak lama setelah nya, polisi akhir nya melakukan penangkapan pada pasangan orangtua kejam tersebut untuk mempertanggungjawabkan perbuatan nya. Kedua nya kini mendekam dibalik jeruji besi setelah dikenakan pasal UU tentang perlindungan anak disertai pembunuhan.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kesal Karena Tak Bisa Diajari Belajar Online, Ibu Aniaya Putri Kembarnya Hingga Tewas"

Posting Komentar