Bocah 6 Tahun Dibunuh Sepupuhnya Karena Takut Diadukan, Mayatnya Disimpan Kedalam Tas

Bocah 6 Tahun Dibunuh Sepupuhnya Karena Takut Diadukan, Mayatnya Disimpan Kedalam Tas
Bocah 6 Tahun Dibunuh Sepupuhnya Karena Takut Diadukan, Mayatnya Disimpan Kedalam Tas
Bocah 6 Tahun Dibunuh Sepupuhnya Karena Takut Diadukan, Mayatnya Disimpan Kedalam Tas - Seorang gadis berusia 6 tahun ditemukan tewas dan tubuhnya ditemukan berada didalam tas sekolah, pembunuhan tersebut dilakukan oleh sepupuh bersama temannya.

Agen Poker

Menurut informasi yang beredar di sosial media, kejadian itu sendiri telah terjadi di Yongning, Ningxia, China. Koban bernama Li itu awalnya bermain di sekitar rumah bersama sepupuh dan teman-temannya.

Ketika itu, sepupuhnya dengan sengaja menjatuhnya korban saat naik ke atas kursi. Ketika itu korban pun menangis dan mengancam akan melaporkan hal tersebut ke ibunya. Karena ketakutan akhirnya sepupuhnya pun memukul korban pakai papan hingga tewas.

Saat itu, sepupuh bersama temannya memasukan korban ke dalam tas yang ada di rumah korban. Dan hal itu pertama kali ditemukan oleh sang nenek yang terkejut dengan tas berisikan tubuh cucunya sendiri.

Polisi yang datang melakukan penyelidikan langsung mengamankan mereka dan dibawah ke kantor polis. Para pelaku nya mengatakui jika hanya memukul kepalanya saja dan mengirah korban sudah mati karena kepala nya berdarah.

Tim penyelidik mengkonfirmasi jika korban awalnya hanya pingsan dan masih bernafas. Karena dimasukan kedalam tas akhirnya korban pun kehabisan nafas dan meninggal. Dokter juga mengatakan jika luka yang dialami korban cukup parah dibagian kepala dan lehernya.

Agen Domino

Sampai saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkiat kejadian tersebut. Sepupuh korban yang masih di bawah umur cukup menyulikan petugas dalam mengambil tindakan tegas dan sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bocah 6 Tahun Dibunuh Sepupuhnya Karena Takut Diadukan, Mayatnya Disimpan Kedalam Tas"

Posting Komentar