Diduga Rewel, Pasutri Ini Tega Gunting Lidah Bayinya Sendiri Hingga Putus



Sumberinfo - Kasus penganiayaan orangtua terhadap anak memang belakangan ini kerap kali terjadi. Bahkan alasan perbuatan sadis itu dilakukan hanya karena masalah sepele. Sebagai orangtua tentu mereka akan tahu mengenai karakter anak yang memasuki masa aktif.

Anak akan terlihat rewel dan kerap kali membuat emosi orangtua dengan tingkah mereka yang tak biasa. Meski kebanyakan orangtua menganggap hal itu wajar, namun ada sebagian orangtua yang justru dibuat merasa kesal.

Akibat nya anak menjadi korban keegoisan orangtua ketika mereka tak bisa mengendalikan amarah mereka. Itu pula yang dialami seorang balita berusia 15 bulan di Indiana, AS.

Agen Domino


Balita yang tak disebutkan nama nya tersebut menderita luka dibagian lidah akibat dipotong oleh orangtua nya sendiri. Peristiwa sadis itu terjadi dirumah mereka di Tere Huate pada 15 Januari lalu.

Dari keterangan polisi, kasus itu terungkap saat kedua orangtua bayi tersebut membawa anaknya ke rumah sakit. Namun saat dokter menanyakan penyebab nya, Scot Edwards dan Holy Cota mengaku jika bayi nya terluka akibat terjatuh.

Namun pihak rumah sakit yang curiga kemudian melaporkan kasus tersebut ke kantor polisi. Selain bekas luka potong dilidah, dibagian tubuh bocah laki-laki tersebut juga terdapat luka memar. Hal janggal itu tentu membuat curiga dokter yang memeriksa nya balita tersebut.

Agen Poker


Pihak nya menduga jika luka dibagian lidah bayi tersebut diakibatkan oleh goresan benda tajam seperti gunting. Setelah ada nya bukti kuat, kedua orangtua balita tersebut akhir nya mengakui perbuatan mereka.

Akibat perbuatan nya, pasangan suami istri itu harus menerima sanksi pidana atas kekejaman yang mereka lakukan. Scot menghadapi tuntutan 12 tahun penjara dan denda sebesar $80 USD. Sementara istri nya, Holy saat ini tengah menjalani sidang lanjutan.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Diduga Rewel, Pasutri Ini Tega Gunting Lidah Bayinya Sendiri Hingga Putus"

Posting Komentar