Seorang Pengamen di Tulungagung Nekat Cabuli Anak Tirinya Sendiri, Begini Modusnya


Seorang pria berinisial MTG (48) di Kecamatan Tulungagung, ditangkap Personel Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Tulungagung pada 1 Desember 2018.

Agen Domino

MTG yang merupakan seorang pengamen itu ditangkap setelah dilaporkan telah melakukan pencabulan terhadap anak tirinya sendiri sebut saja Melati (10) dan MTG menikahi ibu Melati sejak tahun 2016 lalu.

Pencabulan tersebut pertama kali dilakukan oleh MTG pada 29 September 2018 dan perbuatan bejat yang dilakukan oleh MTG terhadap anak tirinya itu kemudian diketahui oleh Tetangganya sendiri.

Dimana pada saat itu sang tetangga datang untuk mengambil barang dirumah MTG, namun si tetangga harus menunggu diwaktu yang sangat lama karena MTG sedang bersama Melati di dalam kamar.

Karena curiga dengan MTG yang sangat lama dengan anaknya tirinya di dalam kamar akhirnya tetangga tersebut menceritakan kejadian tersebut kepada ibu korban.

Setelah mendengar cerita dari tetangganya ibu korban merasa kaget, dari situlah sang ibu kemudian bertanya kepada putrinya yang masih duduk di bangku kelas 3 SD itu apa yang dilakukan oleh ayah tirinya hingga begitu lama di dalam kamar.

Dengan polos, Melati mengatakan bahwa ayah tirinya telah menggerayangi alat vitalnya dan bahkan ayah tirinya juga menyetubuhinya, setelah melakukan aksinya pelaku juga mengancam agar tidak menceritakan kejadian tersebut kepada orang lain.

Melati juga di beri uang senilai diberi Rp2.000, Kasubag Humas Polres Tulungagung, Iptu Sumaji, mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah mendapatkan laporan dari ibu Melati.

Agen Sakong

MTG kemudian ditangkap dirumahnya tanpa perlawanan pada 1 Desember 2018, untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatannya pelaku akan dijerat pasal perlindungan anak dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun kurungan penjara.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Seorang Pengamen di Tulungagung Nekat Cabuli Anak Tirinya Sendiri, Begini Modusnya"

Posting Komentar